Curug adalah air terjun yang terjadi akibat proses patahan. Air mengalir kemudian jatuh dari ketinggian 30 meter melalui tebing batu hitam ; air meluncur, mengalir,menghantam dinding-dinding batu menimbulkan percikan-percikan;menghembuskan butiran embun air yang menyegarkan.
Curug Winong merupakan air terjun yang indah dan airnya sejuk menyegarkan. Pengunjung bisa naik ke atas batu dan melihat aliran airnya dari dekat.
Curug Winong terletak di Desa Winongsari, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo. 35 km ke arah selatan dari kota Wonosobo dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.
Jalur yang dilewati.meliputi Wonosobo, Selomerto, Balaikambang, Winongsari, dan dengan kondisi jalan beraspal mulus.
LEGENDA CURUG WINONGMenurut legenda orang dusun Temanggung Desa Winongsari Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo bahwa curug Winong ada yang menghuni namanya Eyang Kertasuta. Beliau adalah seorang yang mempunyai kesaktian; ia suka bertapa di pertapaan curug Winong. Karena kesaktiannya beliau sering dimintai pertolongan oleh warga dusun Temanggung Winongsari untuk meminjam seperangkat gamelan milik makhluk halus yang berada di watu kelir; perangkat gamelan yang misterius tak tampak namun jika Eyang Kertasuta yang meminjam, konon gamelan itu tampak dan bisa digunakan sebagaimana gamelan biasa.
Pada zaman dahulu jika malam selasa Kliwon dan malam Jum’at Kliwon orang – orang dusun Temanggung sering mendengar sayup-sayup suara gamelan yang berasal dari watu kelir Penabuhnya misterius, konon cerita penabuh gamelan itu adalah seorang penggembala kerbau; sambil menggembala ia suka bersenandung menirukan suara gamelan untuk pertunjukan wayang kulit dan juga menirukan seorag dalang (sulukan, antawecana, pocapan). Karena asyik bersenadung penggembala itu tak menyadari air bah datang; ia mati tenggelam hanyut di aliran sungai curug itu.
Atas kejadian itu orang Temanggung Winongsari percaya bahwa penggembala itu menjadi penghuni watu kelir yang menabuh gamelan misterius itu.
Watu kelir adalah batu besar yang terletak di dekat curug berbentuk panjang dan lebar seperti kelir wayang kulit. Di kanan kiri batu itu ada pohon seperti tiang kelir ( kain rentang untuk pertunjukan wayang kulit) namanya Wunung. Pohon ini termasuk tumbuhan langka.
Fasilitas dan Akomodasi
Fasilitas yang ada antara lain tempat peristirahatan dan jalan setapak yang sudah bagus.
Tiket dan Parkir
Tiket masuk hanya Rp 1000 per orang dan Rp 2000 untuk parkir kendaraan roda dua. !supp� 8 i e �� 0 ine]>
LEGENDA CURUG WINONGMenurut legenda orang dusun Temanggung Desa Winongsari Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo bahwa curug Winong ada yang menghuni namanya Eyang Kertasuta. Beliau adalah seorang yang mempunyai kesaktian; ia suka bertapa di pertapaan curug Winong. Karena kesaktiannya beliau sering dimintai pertolongan oleh warga dusun Temanggung Winongsari untuk meminjam seperangkat gamelan milik makhluk halus yang berada di watu kelir; perangkat gamelan yang misterius tak tampak namun jika Eyang Kertasuta yang meminjam, konon gamelan itu tampak dan bisa digunakan sebagaimana gamelan biasa.
Pada zaman dahulu jika malam selasa Kliwon dan malam Jum’at Kliwon orang – orang dusun Temanggung sering mendengar sayup-sayup suara gamelan yang berasal dari watu kelir Penabuhnya misterius, konon cerita penabuh gamelan itu adalah seorang penggembala kerbau; sambil menggembala ia suka bersenandung menirukan suara gamelan untuk pertunjukan wayang kulit dan juga menirukan seorag dalang (sulukan, antawecana, pocapan). Karena asyik bersenadung penggembala itu tak menyadari air bah datang; ia mati tenggelam hanyut di aliran sungai curug itu.
Atas kejadian itu orang Temanggung Winongsari percaya bahwa penggembala itu menjadi penghuni watu kelir yang menabuh gamelan misterius itu.
Watu kelir adalah batu besar yang terletak di dekat curug berbentuk panjang dan lebar seperti kelir wayang kulit. Di kanan kiri batu itu ada pohon seperti tiang kelir ( kain rentang untuk pertunjukan wayang kulit) namanya Wunung. Pohon ini termasuk tumbuhan langka.
Fasilitas dan Akomodasi
Fasilitas yang ada antara lain tempat peristirahatan dan jalan setapak yang sudah bagus.
Tiket dan Parkir
Tiket masuk hanya Rp 1000 per orang dan Rp 2000 untuk parkir kendaraan roda dua. !supp� 8 i e �� 0 ine]>
Sayangnya, pengelolaan dan promosi aset wisata curug ini masih kurang sehingga masih jarang wisatawan yang datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar